Pesan dari Gunung Merapi

16 November 2010 Leave a Comment
Indonesia menangis. Itulah berita yang sering kita dengar dalam 1-2 minggu ini. Dimulai dari banjir bandang di Wasior, tsunami di Mentawai dan letusan Gunung Merapi. Namun berita duka itu juga diselingi dengan berita keluarnya Gayus dari tahanan dengan penyamaran yang minimalis, yang mencoreng aparat hukum kita.

Bumi ini tidak statis, melainkan dinamis dan secara terus-menerus mengalami perubahan. Sampai saat ini perubahan itu masih tetap berlangsung. Seperti benua bergerak, terjadi gempa bumi, gunung merapi meletus, angin topan, serta terjadi terjadi penyimpangan musim kemarau dan musim penghujan.

Peristiwa tersebut terjadi di luar pengaruh kegiatan manusia dan manusia tidak mampu mencegah dan membendungnya.

Dalam memprediksi lokasi yang akan terkena bencana, dapat digunakan teknologi yang canggih saat ini, yaitu melalui citra satelit radar dan optik. Dengan data citra dapat diketahui kondisi sebelum dan sesudah kondisi letusan Gunung Merapi, termasuk perubahan yang terjadi pada kawah. Contohnya, dari data satelit diketahui sebelum meletus kawah Merapi lebarnya 96 meter, sedangkan setelah letusan berubah secara signifikan menjadi 300 meter dan panjang 1200 melebar kearah barat dan selatan.

Energi letusan dari Merapi belum betul-betul berhenti dan masih terjadi tremor yang diselingi awan panas, sehingga aktifitas Merapi masih terjadi. Pertumbuhan kubah lava sekitar 3,5 juta meter kubik dengan rata-rata pertumbuhan 28 meter kubik per detik. Berdasarkan perhitungan bahwa 20 kilometer dari puncak Merapi merupakan batas scientific aman yang dikeluarkan pemerintah.

Sampai saat ini kondisi Gunung Merapi masih dalam kondisi “awas”, yang artinya merupakan kondisi yang sangat berbahaya. Dalam kondisi ini, masyarakat di sekitar Gunung Merapi harus mewaspadai aktifitas yang dapat saja tiba-tiba terjadi, seperti awan panas dan muntahan material yang sangat berbahaya. Yang harus diwaspadai adalah bencana dapat saja datang pada saat masyarakat sedang lengah, sehingga saat ini pemantauan Gunung Merapi harus betul-betul dilakukan secara teliti.

Karena bentuk letusan Gunung Merapi adalah secara vertikal ke atas, maka belum berarti bahwa arah luncuran awan panas akan sesuai dengan citra satelit, tetapi tergantung pada arah angin yang bertiup. Di sinilah kelemahan dari citra satelit. Namun, secara gambar/foto dapat dijadikan sebagai data yang ilmiah. Untuk menentukan arah luncuran awan panas, lahar panas maupun dingin diperlukan pemantauan intensif di lapangan.

Kerusakan lingkungan hidup oleh alam terjadi karena adanya gejala atau peristiwa alam yang terjadi secara hebat, sehingga mempengaruhi keseimbangan lingkungan hidup. Rusaknya lingkungan hidup menyebabkan manusia tidak dapat hidup di lingkungan tesebut karena membahayakan dan harus dipindahkan.

Dengan maraknya bencana lingkungan, baik itu secara alami maupun akibat perbuatan manusia, Indonesia harus memiliki suatu model dalam penanganan bencana. Model penanganan bencana ini harus dimulai dari menumbuhkan kesadaran pada masyarakat akan adanya bencana yang mungkin akan terjadi seperti banjir, gunung meletus, gempa, longsor, tsunami dan lain-lain. Dengan adanya model penanganan bencana ini, diharapkan kita lebih siap dalam menghadapai bencana. Dimulai dengan peringatan dini bencana, lokasi tempat pengungsian/tempat berkumpul, jumlah tenaga medis, jumlah relawan yang dibutuhkan dan pendistribusian bahan pokok dan logistik. Sehingga tidak ada kata terlambat lagi apabila terjadi bencana.

Meletusnya Gunung Merapi merupakan takdir, kehendak Allah Swt, yang tidak ada seorangpun mampu mencegahnya. Kerusakan lingkungan yang disebabkannya menjadi bukti bahwa manusia sangat tergantung pada lingkungan. Bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, mungkin memberikan pesan bahwa manusia harus dapat “berkorban” demi kelestarian lingkungan hidupnya. Dan bertepatan dengan Hari Pahlawan, ternyata masih banyak masyarakat yang terpanggil dan peduli terhadap sesamanya, sebagai relawan, dalam membantu meringankan beban korban Merapi, seperti janji Allah SWT “dalam kesulitan ada kemudahan”.

Surjono Hadi Sutjahjo
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB dan Staf Pengajar Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Sekolah Pascasarjana IPB
intercomnews Manchester City Vs Everton


Postingan Menarik Lainnya :

0 komentar »

Leave your response!