Laki - Laki Kelahiran 1980 Ke Atas, Jumlah Spermanya Semakin Berkurang
07 Januari 2013
Leave a Comment
Produksi sel sperma para pria makin berkurang dari masa ke masa, diduga akibat peningkatan polusi yang mencemari makanan dan lingkungan. Dampaknya tidak hanya mengurangi kesuburan, tapi juga meningkatkan risiko kanker pada pria.Penelitian yang dilakukan para ahli dari University of Turku di Finlandia menunjukkan, jumlah sel sperma pria mulai berkurang sejak akhir dekade 1970-an. Hanya dalam 10 tahun, jumlah sperma rata-rata yang diproduksi para pria mengalami penurunan sekitar 30 persen.
Penelitian yang dilakukan di Finlandia itu mencatat, jumlah sperma yang dihasilkan pria kelahiran tahun 1979-1981 masih sekitar 227 juta/ml. Pria kelahiran tahun 1982-1983 menghasilkan sperma 202 juta/ml, sementara yang lahir di atas tahun 1983 hanya menghasilkan 165 juta/ml.
Meski hanya dilakukan di Finlandia, hasil penelitian ini diyakini bisa menjadi indikator kesuburan pria di seluruh dunia. Pasalnya selama ini pria Finlandia dianggap paling 'jantan' dari sisi kesuburan, karena produksi spermanya rata-rata lebih banyak dibanding pria lain di dunia.
Selain mengamati produksi sperma yang makin sedikit, para peneliti juga melihat risiko kanker pada pria yang cenderung meningkat. Dibandingkan pada kelompok pria yang lahir di era 1950-an, kanker testis lebih banyak menyerang pria-pria yang lahir setelah tahun 1980-an.
Para ahli menduga, kedua hal ini disebabkan oleh polusi yang mencemari makanan dan lingkungan. Pencemaran yang terus meningkat dari masa ke masa memicu gangguan pada pertumbuhan janin laki-laki ketika masih berada dalam kandungan, khususnya yang terkait dengan sistem reproduksi.
"Berkurangnya produksi sperma dan meningkatnya risiko kanker testis terjadi bersamaan, sehingga diduga penyebabnya adalah pencemaran yang sebenarnya bisa dicegah," tulis Prof Jorma Toppari yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari BBC, Senin (7/3/2011).
Prof Toppari menyarankan untuk menindaklanjuti temuan dengan studi investigatif untuk mengidentifikasi polutan apa saja yang memicu perubahan tersebut. Kelak jika sudah dipastikan penyebabnya, produksi sperma bisa dijaga agar tidak terus berkurang pada generasi berikutnya.
[health.detik.com]
Postingan Menarik Lainnya :
Kesehatan
- Efek Buruk Sering Konsumsi Mie Instan dan Tips Cara Memasaknya Agar Lebih Sehat
- Khasiat Buah-buahan
- Cara Menghilangkan Jerawat Dan Bekas Jerawat
- Kandungan Vitamin Pada Bayam
- Manfaat Jus Sayuran
- Masalah Payudara Yang Biasa Terjadi Pada Wanita
- Hati - Hati! Obat Palsu Ada di Mana-mana
- Malas Berbahaya Bagi Kesehatan
- Penyebab Seseorang Mengeluarkan Keringat Darah
- Tanpa Kaki Mendaki Hingga Puncak Himalaya
- Ciri - Ciri Sudah Mengalami Menopause
- Ciri - Ciri Tulang Kita Mulai Keropos
- Penyebab Utama Yang Mengakibatkan Kerusakan Kulit
- 4,7 Juta Balita Di Indonesia Mengalami Kurang Gizi
- Gejala & Bahaya Terkena Radiasi Beracun
- Transplantasi Hati Yang Pertama Di Indonesia
- Deteksi Kanker Paru Melalui Kuku Jempol Kaki
- Apakah Ciri - Ciri Wanita Subur Itu?
- Deteksi Kesehatan Diri Dengan Mudah
- Supaya Wanita Cepat Hamil Tanpa Obat - Obatan
- Meniup Vagina Sebabkan Kematian !!
- Yang Harus Ditanyakan Saat Periksa Kesehatan
- Mengetahui Penyakit Melalui Warna Kuku
- Pengobatan Vagina Yang Selalu Kesakitan Saat Hubungan Intim
0 komentar »
Leave your response!